Mark Zuckerberg Ramalkan Kacamata Pintar Bakal Jadi Pengganti Smartphone, Indonesia Siap?
Mark Zuckerberg, memprediksi smartphone akan segera tergantikan oleh kacamata pintar berbasis AI dan augmented reality (AR) yang menawarkan cara baru manusia berinteraksi dengan dunia digital.
Smartphone selama ini menjadi âteman setiaâ manusia modern, namun Mark Zuckerberg yakin era itu akan segera berubah. Dalam wawancara terbaru, CEO Meta Platforms itu mengatakan bahwa kacamata pintar (smart glasses) akan menjadi perangkat utama generasi berikutnya, menggantikan dominasi ponsel pintar yang telah bertahan lebih dari satu dekade.
Menurut Zuckerberg, kacamata pintar akan membuka âera baru interaksi digitalâ, di mana manusia tidak lagi terpaku pada layar kecil di tangan, tetapi bisa mengakses informasi, berkomunikasi, dan bekerja secara hands-free. Teknologi ini menggabungkan AI, AR, dan sensor visual untuk menampilkan data langsung di pandangan mata pengguna.
âBayangkan saat Anda bisa melihat arah navigasi di jalan tanpa membuka ponsel, atau menerjemahkan tulisan asing secara real-time hanya lewat kacamata. Itulah masa depan yang sedang kami bangun,â ujar Zuckerberg dalam wawancara dengan The Verge.
Namun, Zuckerberg juga mengakui bahwa transisi ini tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Chief Technology Officer Meta, Andrew Bosworth, menyebutkan bahwa ekosistem kacamata pintar masih membutuhkan waktu untuk menjadi mainstream, karena kendala harga, daya baterai, serta penerimaan sosial.
Meski begitu, arah pergeseran teknologi ini sudah mulai terasa. Meta bersama Ray-Ban baru saja meluncurkan seri terbaru Ray-Ban Meta Smart Glasses yang dapat melakukan panggilan video, memotret, hingga menghubungkan ke ChatGPT untuk menjawab pertanyaan pengguna secara langsung lewat suara.
Apakah Indonesia Siap?
Indonesia termasuk salah satu pasar pengguna smartphone terbesar di dunia, dengan lebih dari 210 juta pengguna aktif. Namun, tren teknologi AI dan wearable mulai meningkat, terutama di kalangan Gen Z dan profesional muda.
Menurut pengamat teknologi dari ICT Institute, Heru Sutadi, inovasi seperti kacamata pintar sangat mungkin diterima masyarakat Indonesia dalam 5â10 tahun mendatang, terutama jika harga menjadi lebih terjangkau dan fitur lokal seperti penerjemah bahasa serta navigasi perkotaan dioptimalkan.
âKalau dulu orang skeptis dengan smartwatch, sekarang jadi bagian hidup sehari-hari. Tren yang sama bisa terjadi pada smart glasses,â ujar Heru.
Selain Meta, beberapa perusahaan lain seperti Apple, Samsung, dan Xiaomi juga tengah menyiapkan teknologi serupa. Apple, misalnya, telah mengembangkan Apple Vision Pro, sementara Google kembali mengerjakan versi baru Google Glass dengan dukungan AI generatif.
Perangkat-perangkat ini tak sekadar alat komunikasi, tetapi âasisten digital pribadiâ yang mampu memahami konteks pengguna dan memberikan respons cerdas tanpa interaksi fisik dengan layar. Jika benar-benar berhasil, era setelah smartphone akan membawa kehidupan manusia menuju integrasi total antara dunia nyata dan digital.
âYang membedakan bukan hanya bentuk perangkat, tapi bagaimana teknologi ini membuat manusia lebih fokus pada dunia nyata, bukan sekadar terpaku pada layar,â kata Zuckerberg.





